Selangkah Menuju Puncak
~~~~*SELANGKAH MENUJU PUNCAK*~~~~
Tulisan kali ini bertemakan Nostalgia, karena saya ingin mengulas pengalaman pertama saya mendaki gunung.
Berbekal tekad dan keingin yang kuat untuk mencoba pengalaman baru. Saya menggali tentang seputar gunung, kala itu saya masih ingat gunung Cikuray lah yang menjadi titik tujuan Saya pertama kali.
Minim pengalaman dan juga minim pengetahuan tentang gunung, tidak merubah tekad dan keinginan Saya untuk mendaki gunung Cikuray. Namun referensi tentang gunung harus saya gali lebih jauh sebelum saya mencobanya.
Berbekal informasi lewat pembina Pramuka kala itu, Saya memberanikan diri untuk bertanya tentang pengalamannya. Baik seputar kemah dan perjalanannya di Pramuka, benar saja saya bertemu dengan Orang yang tepat kala itu.
Dan kemudian diajarkannya beberapa informasi sebelum hendak melakukan Pendakian, mulai dari rute perjalanan dan pengenalan medan, persiapan fisik, perbekalan Logistik dan juga peralatan yang dibutuhkan saat mendaki.
Lima Bulan berlalu dengan rasa penasaran yang memuncak, mulai mencoba menabung, dan ngumpulin uang buat beli alat-alat gunung, walaupun daya beli saya hanya mampu membeli sepatu gunung yang murah, Tas Ransel gunung yang entah imitasi keberapa, pun penghangat badan masih jamannya jaket levis (sl*nk kala itu). Tetapi tidak mengapa ini bagian dari pada perjuangan, kemudian mendadak beli atlas sebagai acuan peta lokasi, padahal tidak pernah mengerti cara Navigasi darat sebelumnya.
Menunggu sekian lama sampai dikemudian datanglah kumpulan Mahasiswa yang kebetulan Saya ikuti di Jejaring Sosial Facebook kala itu. Nama kerennya Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) "namun sayang saya lupa nama kampusnya apa".
Sekitar Tahun 2010/2011 saya lupa tepatnya, namun yang jelas pagi itu begitu cerah dan amat berkesan. Menunggu para Mapala yang hendak transit di Terminal Besar Guntur. " sekedar informasi saya kelahiran Kota Garut, tetapi pada waktu itu minim Informasi tentang Kota Garut". Yang ditunggu sudah datang, mulai berkenalan briefing sebentar lanjut kolektifan biaya transportasi. Singkat cerita kami telah sampai di tujuan pertama gunung Cikuray tepatnya di tititik Simaksi.
Dalam bayangan para Pendaki saat itu kalau boleh Saya jujur, Pendakian adalah ajang berkumpulnya Orang-orang yang benar-benar ingin berpetualang, bukan hanya sekedar eksistensi. Kenapa demikian ada beberapa kalangan beranggapan naik gunung tidak mengenal merek dari suatu attribut atau barang yang kita kenakan. Seperti Pribahasa duduk sama rendah berdiri sama tinggi ungkapnya. Oh iya kala itu Saya masih ingat dalam rombongan Mapala itu pernah membahas tentang Etika Pendakian mulai dari;
" Bay The Way " ada yang pernah dengar Puncak bentar lagi OM ?, tetap semangat ya......!!!!.
Ungkapan klasik dari para Pendaki ini memang nyatanya memberi perubahan Semangat terlebih pada para Pendaki pemula seperti Saya, alih-alih Puncak sudah dekat nyataya hanya kiasan atau malah seperti Fatamorgana, seperti halnya Oase di Padang gurun yang begitu dinantikan........ hehehehehe. Tapi seriusan suka kesel sampai sekarang sama yang ngomong gitu, istilah kerennya sekarang adalah PHP (pemberi Harapan PUncak) hehehehe.
Puncak harapan begitu kita kenal sampai kini, Puncak yang memberi kita sedikit kepastian tentang arah yang harus kita tuju sebagai batas akhir dari sebuah Perjalana / Pendakian.
Puncak adalah Impian bagi para Pendaki, walaupun sebenarnya Puncak bukanlah pilihan, pilihan terbaik hanyalah kembali dengan selamat. Satu langkah menuju Puncak adalah titik balik untuk Saya bisa diberi kesempatan untuk mencoba pengalaman baru ini, lebih dari itu saya bersyukur Kepada Sang Pencipta masih diberi kesehatan dan keselamatan dalam perjalanan Pendakian tersebut. Terlebih Saya yang ingin sekali tahu tentang Dunia Pendakian.
Mungkin "pembaca" ada yang beranggapan kenapa pilihannya harus mendaki gunung Cikuray yang Notabene-Nya lebih tinggi dari gunung-gunung yang lain di Kab.Garut. Singkat Cerita dulu Saya masih ingat Gunung pilihan pertama Saya adalah gunung Papandayan. Hanya saja, pada sekitar Tahun 2010 an kalau tidak salah, gunung ini mulai aktif kembali. Jadi menurut info gunung ini sempat ditutup, lalu kemudian saya menjatuhkan pilihan lain untuk mendaki Gunung Cikuray.
Ada beberapa kutipan yang bisa saja benar tentang pengalaman Pendakian. Seperti;
Mendaki itu bukan ajang mencari eksistensi, bukan juga pengakuan seberapa banyak Gunung yang telah kamu daki, tetapi seberapa besar kamu telah menghargai apa yang telah Alam kasih.
" Tulisan kecil ini aku dedikasikan untuk anaku Nashirah & Ayyash Mustafa, kelak suatu saat dia bisa membacanya kembali. Dan menuliskannya kembali".
Penulis ; A. Dani
#Rumah_Penakecil
#Tulisan_kecil
#Ayyash_Mustafa
#Nashirah_SA
Minim pengalaman dan juga minim pengetahuan tentang gunung, tidak merubah tekad dan keinginan Saya untuk mendaki gunung Cikuray. Namun referensi tentang gunung harus saya gali lebih jauh sebelum saya mencobanya.
Berbekal informasi lewat pembina Pramuka kala itu, Saya memberanikan diri untuk bertanya tentang pengalamannya. Baik seputar kemah dan perjalanannya di Pramuka, benar saja saya bertemu dengan Orang yang tepat kala itu.
Dan kemudian diajarkannya beberapa informasi sebelum hendak melakukan Pendakian, mulai dari rute perjalanan dan pengenalan medan, persiapan fisik, perbekalan Logistik dan juga peralatan yang dibutuhkan saat mendaki.
Lima Bulan berlalu dengan rasa penasaran yang memuncak, mulai mencoba menabung, dan ngumpulin uang buat beli alat-alat gunung, walaupun daya beli saya hanya mampu membeli sepatu gunung yang murah, Tas Ransel gunung yang entah imitasi keberapa, pun penghangat badan masih jamannya jaket levis (sl*nk kala itu). Tetapi tidak mengapa ini bagian dari pada perjuangan, kemudian mendadak beli atlas sebagai acuan peta lokasi, padahal tidak pernah mengerti cara Navigasi darat sebelumnya.
Menunggu sekian lama sampai dikemudian datanglah kumpulan Mahasiswa yang kebetulan Saya ikuti di Jejaring Sosial Facebook kala itu. Nama kerennya Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) "namun sayang saya lupa nama kampusnya apa".
Sekitar Tahun 2010/2011 saya lupa tepatnya, namun yang jelas pagi itu begitu cerah dan amat berkesan. Menunggu para Mapala yang hendak transit di Terminal Besar Guntur. " sekedar informasi saya kelahiran Kota Garut, tetapi pada waktu itu minim Informasi tentang Kota Garut". Yang ditunggu sudah datang, mulai berkenalan briefing sebentar lanjut kolektifan biaya transportasi. Singkat cerita kami telah sampai di tujuan pertama gunung Cikuray tepatnya di tititik Simaksi.
Dalam bayangan para Pendaki saat itu kalau boleh Saya jujur, Pendakian adalah ajang berkumpulnya Orang-orang yang benar-benar ingin berpetualang, bukan hanya sekedar eksistensi. Kenapa demikian ada beberapa kalangan beranggapan naik gunung tidak mengenal merek dari suatu attribut atau barang yang kita kenakan. Seperti Pribahasa duduk sama rendah berdiri sama tinggi ungkapnya. Oh iya kala itu Saya masih ingat dalam rombongan Mapala itu pernah membahas tentang Etika Pendakian mulai dari;
- Ketika pada saat dua rombongan Pendaki bertemu, disepakati kelompok yang mendaki naik harus didahulukan.
- Kemudian jangan mengambil benda apapun selain gambar
- Jangan meninggalkan benda apapun selain Jejak kaki
- Jangan membunuh apapun di Gunung selain waktu.
" Bay The Way " ada yang pernah dengar Puncak bentar lagi OM ?, tetap semangat ya......!!!!.
Ungkapan klasik dari para Pendaki ini memang nyatanya memberi perubahan Semangat terlebih pada para Pendaki pemula seperti Saya, alih-alih Puncak sudah dekat nyataya hanya kiasan atau malah seperti Fatamorgana, seperti halnya Oase di Padang gurun yang begitu dinantikan........ hehehehehe. Tapi seriusan suka kesel sampai sekarang sama yang ngomong gitu, istilah kerennya sekarang adalah PHP (pemberi Harapan PUncak) hehehehe.
Puncak harapan begitu kita kenal sampai kini, Puncak yang memberi kita sedikit kepastian tentang arah yang harus kita tuju sebagai batas akhir dari sebuah Perjalana / Pendakian.
Puncak adalah Impian bagi para Pendaki, walaupun sebenarnya Puncak bukanlah pilihan, pilihan terbaik hanyalah kembali dengan selamat. Satu langkah menuju Puncak adalah titik balik untuk Saya bisa diberi kesempatan untuk mencoba pengalaman baru ini, lebih dari itu saya bersyukur Kepada Sang Pencipta masih diberi kesehatan dan keselamatan dalam perjalanan Pendakian tersebut. Terlebih Saya yang ingin sekali tahu tentang Dunia Pendakian.
Mungkin "pembaca" ada yang beranggapan kenapa pilihannya harus mendaki gunung Cikuray yang Notabene-Nya lebih tinggi dari gunung-gunung yang lain di Kab.Garut. Singkat Cerita dulu Saya masih ingat Gunung pilihan pertama Saya adalah gunung Papandayan. Hanya saja, pada sekitar Tahun 2010 an kalau tidak salah, gunung ini mulai aktif kembali. Jadi menurut info gunung ini sempat ditutup, lalu kemudian saya menjatuhkan pilihan lain untuk mendaki Gunung Cikuray.
Ada beberapa kutipan yang bisa saja benar tentang pengalaman Pendakian. Seperti;
- Mendaki Gunung mengajarkan banyak hal tentang sikap, ego, kebersamaan, kelemahan kita, semangat, keyakinan dan banyak hal lainnya.
- Pendaki tidak akan menemukan Puncak yang baru, kecuali jika dia punya keberanian untuk memulainya.
- Bukan Gunung yang kita taklukan tapi diri kitalah yang mesti kita taklukan.
Mendaki itu bukan ajang mencari eksistensi, bukan juga pengakuan seberapa banyak Gunung yang telah kamu daki, tetapi seberapa besar kamu telah menghargai apa yang telah Alam kasih.
" Tulisan kecil ini aku dedikasikan untuk anaku Nashirah & Ayyash Mustafa, kelak suatu saat dia bisa membacanya kembali. Dan menuliskannya kembali".
![]() |
| Pendakian Pertama kali Gn. Cikuray 2010 |
Penulis ; A. Dani
#Rumah_Penakecil
#Tulisan_kecil
#Ayyash_Mustafa
#Nashirah_SA

Komentar
Posting Komentar